Latest Posts

Horeee udah masuk bulan Oktober, artinya bakal ada liburan panjang menanti. Ready for vacation? Hhmm, galau dan bimbang ney mau jalan2 ato gak, soalnya kan liburan bulan ini berbarengan dengan  hari Raya idul Adha (so, klo pun berlibur, harus cari masjid terdekat buat nunain sholat Ied). Selain itu, saya juga digalaukan sama jadwal perlombaan yang saya dan kawan2 di Medan ikutin. So, kalo pun pengen berlibur, nanti pasti dadakan..hehee :D

Upps I’m not talking about vacation in right now. I want to share something very important for us (as a Muslim) to know. Hehe, bahasanya keminggris banget yah, pdhl saya masih kacau masalah grammar. Nanti saya berguru dulu sama shifu2 sebelom posting pake bahasanya bule2 itu.

Jadi gini, kemaren saya lagi bbm an ma sahabat saya, si uda Heriyanto, kita lagi ngobrolin masalah kambing.  Gini ney sekilas obrolan kami :

W : Eh uda, dirimu dah beli kambing lom bwt hari raya besok
H : Belom sey, rencananya mw beli 2 , buat emak ma babe
W : Lah emang kalo kita beli kambing, itu diniatin utk 1 orang yah kurbannya?  Gak boleh ya kita beli   satu kambing, diniatin utk korban atas nama emak ma babe?
H : Ga boleh neng, jadi aturan Islam nya gitu. Kalo kita kurban kambing, itu diniatin utk 1 orang. Kalo sapi, itu boleh utk 7 orang. Gitu aturannya.
Wokee, saya iya in aja waktu itu, saya ga berani berargumentasi lantaran ilmu saya mengenai hal tsb emg tidak ada. Cuma saya udah berniat juga utk mengetahui kebenaran omonganya si Heri. Benar ga sey hukum berkurban seperti itu.
Tadaaaa,,, today is the day. Setelah nyampe kantor, berbekal koneksi inet yang lagi oke, saya langsung tulis keyword di Mbah Google bwt cari jawaban. Supaya lebih afdol pencariannya, saya buka beberapa artikel terkait dengan pengadaan Qurban itu sendiri. Dan inilah hasil pencarian saya :

Qurban seekor kambing itu cukup utk kurban satu keluarga. Pahalanya pun mencakup seluruh keluarga tsb meskipun jumlah anggota keluarga tsb. banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits dari Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan,
كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِه
Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, ia menilainya shahih, Minhaajul Muslim, Hal. 264 dan 266).

Selain itu juga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah melaksanakan kurban untuk dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika rasulullah hendak menyembelih kambing kurban, sebelum menyembelih rasulullah mengatakan,
اللّهُمّ هَذَا عَنِّي، وَعَمَّنْ لَـمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي
“Ya Allah ini –kurban– dariku dan dari umatku yang tidak berkurban.”(HR. Abu Daud, no.2810 dan Al-Hakim 4:229 dan dishahihkan Syekh Al-Albani dalam Al Irwa’ 4:349).


Berdasarkan hadits ini, Syekh Ali bin Hasan Al-Halaby mengatakan, 

Kaum muslimin yang tidak mampu berkurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berkurban dari umat Nabi shallallahu 'alaihi wassalam "  (Ahkamul Idain, Hal. 79)


Kesimpulan :

Jadi, tidak menjadi masalah apabila kita berkurban kambing 1 ekor, dan meniatkan untuk seluruh keluarga kita.  Yang harus menjadi perhatian bagi kita adalah tentang tata cara pembiayaan pengadaan Qurban itu sendiri, dimana :
Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang,
Biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang ,
dan kurban unta hanya boleh dari maksimal 10 orang. 

Bagaimana kalo kita pengen patungan sapi aja, daripada kurban sendiri 1 kambing ?

Sebagian ulama menjelaskan, kurban satu kambing lebih baik dari pada ikut urunan sapi atau unta, karena tujuh kambing manfaatnya lebih banyak dari pada seekor sapi (Shahih Fiqh Sunnah, 2:375, Fatwa Lajnah Daimah no. 1149 dan Syarhul Mumthi’ 7:458).

Imam As-Saerazi Asy-Syafi’i mengatakan, “Kambing (sendirian) lebih baik dari pada urunan sapi tujuh orang. Karena orang yang berkurban bisa menumpahkan darah (menyembelih) sendirian.” (Al Muhadzab 1:74).
Di antara alasan lain yang menunjukkan lebih utama kurban sendiri dengan seekor kambing adalah " Kurban yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utuh satu ekor, baik kambing, sapi, maupun unta, bukan 1/7 sapi atau 1/10 unta (urunan dengan sahabat)."

Jadi, jelas sudah kepusingan saya kemaren. Boleh ga yah kurban 1 kambing diniatkan untuk 1 keluarga saya. Dan alhamdulilah, jawabannya boleh.. Semoga bermanfaat posting ini buat temen2 yg lagi nyiapin Qurban nya di taon ney.





"Hei windooll,, batal tuh puasa mu ntar..."

Begitulah Ibu irwani tereak ke saya ketika saya berkumur setelah tidur di musholla (uuppss tiduur??) . Saya bingung, kenapa bisa puasa saya batal, orang cuma kumur ini , gak ketelen lagi.

Lalu saya pun bertanya kembali ke ibu tsb, apa hal yg menyebabkan puasa saya batal.  Beliau pun menjelaskan, menurut ilmu yang beliau ketahui, bahwa berkumur ketika kita berpuasa, hukumnya makruh (lebih baik tidak dilakukan)

Karena saya masih belum puas dengan jawaban yang dilontarkan beliau, saya pun mencoba mencari jawaban tsb . yah kemana lagi kalo bukan ke si Mbah (hehehe,,) dan inilah hasil pencarian saya :

Ibnu Taimiyah ditanya tentang hukum berkumur, memasukkan air ke rongga hidung (istinsyaq) dan bersiwak (menyikat gigi) bagi orang yang sedang berpuasa.

Beliau menjawab : Adapun berkumur dan memasukkan air ke rongga hidung adalah disyari’atkan, hal ini sesuai dengan kesepakatan para ulama. Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- dan para sahabatnya juga melakukan hal itu, tetapi beliau berkata kepada Al-Laqiit bin Shabirah :

بَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاق إِلَّا أَنْ تَكُون صَائِمًا

Artinya : "Berlebih-lebihanlah kamu dalam menghirup air ke hidung kecuali jika kamu sedang berpuasa." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah. dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak melarang istinsyaq bagi orang yang berpuasa, tetapi hanya melarang berlebih-lebihan dalam pelaksanaannya saja.

Sedangkan bersiwak (menyikat gigi) adalah boleh, tetapi setelah zawal (matahari condong ke barat) hukum makruhnya diperselisihkan, ada dua pendapat dalam masalah ini dan keduanya diriwayatkan dari Imam Ahmad, namun tidak ada dalil syar’i yang menunjukkan makruhnya, yang dapat menggugurkan keumuman dalil bolehnya bersiwak.

Kesimpulan :
  1. Berkumur dan Beristinsyaq (memasukkan air ke rongga hidung) adalah diperbolehkan selama tidak berlebih-lebihan. jika ketika berkumur kemudian air masuk sampai rongga tenggorokan maka membatalkan puasa dan harus meng-qodho'nya pada hari yang akan datang.
  2. Bersiwak (menyikat gigi) adalah diberbolehkan ketika puasa dan dalam waktu apa saja, karena tidak ada dalil yang melarang bersiwak (menyikat gigi) ketika berpuasa
Nahh... sekarang udah jelas kan,, kalo berkumur tuh boleh pas puasa selama kita gak berlebih2an kumur. Dan inget,, jangan kumurnya pake aer sirup yah, dijamin itu mah probabilitas ketelennya gede.. Hehehe :D

source:






Cerita ini sebenarnya versi blognya bbm antara saya dan sahabat saya yg waktu itu lagi nungguin pesawat. Maklum dia mah orang pinter, jadi suka dipanggil pelatihan ke Bandung.. Awalnya sey sekedar tanya status pesawatnya, delay ato engga, eh ujung2nya cerita sana sini, hehe :D (and thank God, on schedule flight)

Flesbek dikit lah,, sekitar sepuluh hari yang lalu, mamahnya sahabat saya ini agak gak enak badan. Kebetulan saya dan dia lagi pelatihan bareng,  jadi pas dia cerita sang mamah lagi gak enak badan,saya ikutan sedih dan  khawatir smoga beliau gak kenapa2. Alhamdulilah, waktu saya tanyain lagi ttg keadaan sang mamah hari ney, beliau udah berangsur pulih. 

Pembicaraan kami pun beralih ke umur mamah kami masing2, kebetulan mamah teman saya ney ma ibu saya cuma selisih setahun lahirnya. Jadi kalo dipikir2 dengan usia kami berdua sekarang, bisa disimpulkan bahwa kedua ibu kami menikah di usia yg tergolong muda. Hehee :D


Saya pun bercerita bagaimana ibu saya menikah dengan bapak saya. Sejauh yg saya tau (dari cerita si ibu), pernikahan kedua orang tua saya lebih ke arah , nikah “terpaksa”. Hehe, jangan mikir macem2 ye,, namanya juga orang jaman dulu, kalo udah ada yg minang anakny, yah insya Allah diterima. Dan itulah yg terjadi, ibu saya nikah muda (walopun mungkin waktu itu belum ada perasaan suka ma bapak saya)…


Teman saya pun mulai  bercerita bahwa menikah itu sebaiknya didasari dengan perasaan SUKA (minimal ini yah), karena cinta itu bisa tumbuh dari perasaan suka. Tapi, kalo dari awal kita gak suka sebaiknya ga usah dipaksain buat mencinta. Karena apa?? Karena nantinya akan tersiksa hati ney.

So, married with someone you like (that’s was he talked to me)..


Jleb2 sey menurut saya, saya pun juga berpikiran sama dengan dia, how could we married someone we don’t like? Yang ada mah makan hati mulu ntar. I’m sure, sekuat2 kita ngadepin nya,  there will be a time when you really want to give up,..

But how with people who already married but they don’t love each other before? Simple, itu mah musibah membawa berkah..hehehee , becanda.. Saya juga bingung mau bilang apa kalo kasus ini, mungkin sudah jodohnya kali yah. Tapi aneh juga klo misalnya gak suka, anaknya bisa bejibun.. Ini mah aya2 wae, hehe.. if you see this case, I suggest you to read QS al-Baqarah : 216, kejawab deh tuh pertanyaan..
... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui…

Okey, after we find someone we like is it enough to make some marriage? Absolutely not for me.

Like he told me, if we built the foundation of marriage by loving Allah, the love we create will be live eternally..

My opinion too :  If we love Allah with all our  heart, doing everything He likes, then Allah will send us someone He loves also.. 


Yeah, I believe that.. Dan itulah yang sekarang ini saya coba terapkan dalam hidup saya. Hiduplah dengan mencintai Allah, karena dengan menjadi seseorang yang mencintai Nya, Allah tidak akan pelit memberikan cinta Nya kepada kita.

(Simple lah, yang kadang kita gak sadar juga, berapa bnyak oksigen yg kita hirup tiap hari, berapa kali jantung berdetak.. wuihh itu gratis loh dikasih Allah, bukti cintaNya sama kita sampe dikasih percuma2. Nah sekarang, masih gitu kita gak cinta ma Allah? Kelaut aja lah..hehe :D )

Still about marriage, yang saya juga pernah baca dari beberapa sumber, Rasulullah saw. bersabda : 
“ Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunananya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah berdasar agamanya agar selamat dirimu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Seperti hadist tsb, jelas banget diceritakan yg utama perlu diperhatikan untuk memilih pasangan hidup kita  tuh dari  agama nya. Gimana kita bisa tahu tuh orang agamanya baik, kalo dia gak cinta ma Allah. Tuhh kan..

Saya pribadi menyadari, saya masihh jauhh lah dari kriteria seseorang yg sempurna agamanya, saya masih kotor dengan dosa2, belum bisa sesempurna Aisyah, tapi insya Allah saya tidak ingin menjadi seseorang yang melakukan kesalahan2 di masa lalu. Saya niatkan diri saya untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik lagi, dari segi akhlak maupun pengetahuan saya mengenai Islam. Semoga Allah meridloi niat saya, aminnn…..

Saya juga doain, semoga yang baca ney tulisan juga slalu diberikan kemudahan untuk menjadi muslim dan muslimah yang disayangi Allah swt., dikasih syafaat Nabi Muhammad saw ketika nanti di padang mashar, dan diberikan umur yang berkah oleh Allah swt. Aminn J

Sebulan yang lalu, saya mendapatkan email dari salah seorang teman yang menginformasikan bahwa saya mendapat undangan pelatihan Gen Y. Saya sendiri kurang tahu Gen Y itu apa, dan sedang tidak ingin mencari tahu karena saat itu saya dan unit kerja lagi disibukkan dengan kehadiran produk baru yang menguras waktu kerja kami. Bayangkan saja, setiap hari kami harus bolak balik ruang rapat untuk koordinasi dengan unit lain, kemudian tiap Senin dan Kamis kami telco dengan pimpinan pusat jam 7 malem.. Astagfirullahaladzim lah capeknya … tapi begitulah seni dari working hard, dan saya bener2 menikmati setiap moment kesibukan itu. Karena bagi saya, kesibukan saat itu ngebuat saya jadi lupa akan masalah2 pribadi saya.. hehehe (there’s was always sunshine after a rain)

Saya masih ingat banget, 3 hari sebelum pelatihan (hari Jumat), saya masih ngebawa banyak berkas yang musti dibuat laporannya, executive report bulanan, berita acara pengajuan pembangunan alat produksi, dan tiba2 muncul request untuk dibuatkan laporan lokasi pembangunan. Wuiiihhh, jujur saya tipe orang yang panikan kalo dikasi pekerjaan sekaligus banyak. Untuk ngilangin stress, saya tereak sekenceng2nya, lalu take a deep breath… huuuuhhh haaaaa, and trust me it works (kayak iklan L-Men aje). Sekaligus saya banyakin istighfar sambil ngerjain tuh gawean satu per satu..  Dan alhamdulilah Minggu sore saya sudah selesaikan semua laporan, kirimkan ke email, dan bisa segera ketemu dengan Mbak Sari yg saat itu juga ikut pelatihan bareng.

Beruntungnya kami, pelatihan diadain di salah satu hotel mewah,,uhuuuyy saya bisa tidur nyenyak dan makan enak ney (batin saya saat itu, hadiah atas ke-gila-an gawean sebulan terakhir). Hehee :D dan bener banget, masalah makan dan tidur sangat terjamin saat itu. Hahaha :))

Grup 1 beraksi (keren posenya ga sadar kamera)

Seriously, pelatihan kali ini lebih banyak bercerita mengenai pengembangan diri seseorang , personal analysis, creating a bisnis model, dan tentunya berani buat berinovasi.  Di hari pertama, kami dipecah menjadi 8 kelompok (masing2 6 orang), dan saat itu saya masuk kelompok satu yang anggotanya Mbak Indri, Mbak Inung, Satria, Mas Zaki, ma Eka. Masing2 dari kami beda gawean. Awalnya sey canggung, tapi karena  perbedaan itulah yg ngebuat kami saling cerita, becanda, dan meng-geloo bersama2..hehe :D


Materi yang bikin saya jleb2 di hari pertama adl. ketika kami disuruh untuk menuliskan achievement2 apa yang pernah kami raih selama hidup dan bagaimana bisa meraihnya saat itu. Langsung bolpoint kecil saya menuliskan hal2 indah yang pernah terjadi dalam hidup saya, seperti bisa dapat ranking bagus waktu sekolah, dapet beasiswa dari jaman smp sampe kuliah,  ngebuat nama orang tua dipanggil waktu wisuda, nama dipampang atas prestasi di lapangan rektorat, masuk Telkom, semua dengan mudah saya tuliskan. 

Begitu giliran saya harus menceritakan bagaimana itu semua bisa saya raih, bibir ini langsung kaku banget. Saya bingung ngejelasinnya, karena tiba2 fikiran saya teringat oleh sosok seorang ibu yg selama ini telah berjuang keras memenuhi semua kebutuhan saya dari kecil hingga saya bisa lulus kuliah. Bagaimana ibu saya berusaha dengan tenaga dia yg terbatas menyuport saya bahwa saya akan menjadi seorang sukses. Dia tak henti2nya mendoakan saya dan adik saya untuk menjadi seseorang yang berhasil. 

Dan di hari saya duduk menceritakan pengalaman saya saat itu, disitulah saya menyadari bahwa berkat doa ibu lah saya bisa berjalan sejauh ini. Bisa sekolah di sekolah unggulan, bekerja di perusahaan yang baik, kemudian bertemu dengan teman2 yang baik, dapet lingkungan kerja yang baik. Subhanallah semua nya ini tidak lain berkat karunia Allah lewat doa yang selalu diucapkan ibu saya untuk saya. Terimakasih Ibu, atas segala doa2mu, insya Allah saya akan berusaha membahagiakanmu dengan apa yang saya miliki..



Pose serius heula



Pose nya udah mulai heboh


Perjalanan ketiga kami saat itu adalah Air Terjun Sipiso-piso. Air Terjun dengan ketinggian 200 meter ini letaknya di Kebanjahe. Lumayan jauh kalo dari Lau Kawar. Jadi kami harus naek colt ke pasar Kaban jahe trus lanjut naek angkot ke Sipiso-piso. Perjalanan Lau Kawar- kabanjahe sekitar 1 jam. Kabanjahe – Sipiso piso sekitar 1 jam. Total perjalanan kami 2 jam, dengan pengeluaran untuk colt 6000 rupiah dan angkot 8000 rupiah.

Bus arah Berastagi-Kebanjahe

Pemandangan sepanjang perjalanan (Sinabung Mount.)
Kalo kalian dari Medan, tinggal naik Sutra ke arah Kabanjahe. Trus lanjut pake angkot atau mini bus ke arah Sipiso-piso. Seinget saya, kalo angkot cari yang ke arah Tongging, tapi kalo mini bus ntar kalian akan turun di persimpangan pintu masuk ke air terjun. Disitu sudah ada bapak2 becak yang nawarin buat nganterin ke air terjun. Dari persimpangan ke air terjun cukup jauh. Saya kurang nyaranin jalan (30 menit estimasinya), mending keluar uang dikit aja. 
Harga tiket masuk Sipiso-piso

Tiket masuk ke air terjun sekitar 3000 rupiah untuk tiap orang. Perjalanan menuju air terjun cukup melelahkan.. Hahaha, maklum kami stripping backpackeran. Jadi udah sisa2 nyawa lah kalo mau turun sampai dasar. Kami pun mutusin untuk turun sampe setengah perjalanan dan istirahat di salah satu pondokan yang disediain. Mulai lah kami bernarsis ria, jepret sana sini dengan latar air terjun.

Tangga untuk turun ke air terjun cukup sempit, dan be aware yah kalo hujan/ sisa hujan, tangganya lumayan licin. Do not use high heel, bisa varises ntar tuh kaki.  Satu lagi tips, kalau kalian mau turun sampai bawah, sediakan baju ganti karena percikan air terjun nya bener2 bikin basah kuyup. 

Untuk masalah perut, tidak perlu khawatir, banyak warung disini (masakan Minang juga ada) dengan harga makanan sekitar 10-15 ribu rupiah. Kalau mau belanja souvenir juga bisa. Banyak kios-kios yang menjual kaos dengan tulisan Sipiso-piso/ Danau Toba dengan harga sekitar 30 rbu rupiah. 
Sipiso-piso dari atas

Tim sukses nge-bolang

with Lake Toba behind
Di salah satu sisi dari lokasi air terjun Sipiso-piso, kita bisa melihat Danau Toba dengan keindahan pegunungan bebatuannya.  Keren banget buat foto-foto deh. Gak nyesel pernah kesini. 

Untuk perjalanan pulang, kami nyarter angkot yang ada di parkiran buat nganterin kami ke persimpangan jalan masuk. Beruntung banget tuh abang2 nya mau nganterin karena sebenernya dia lagi nungguin rombongan. Oiya, untuk keluar dari area air terjun emang cukup susah. Gak ada ojek, kalopun nunggu angkot dari Tongging (depan loket Sipiso-piso) itu bisa lama banget, jalan pun juauuuh, jadi kita musti pintar2 nego buat cari bantuan ke persimpangan. Dari persimpangan itu, kita tinggal nunggu mini bus yang ke arah terminal Kabanjahe . dari situ kita baru naek Sutra lagi untuk ke Medan. 

Oke deh, kayaknya itu dulu cerita perjalanan sya. Thanks banget buat team Backpacker Medan yang udah ngajakin explore keindahan Sumatra, Antie, Reyza, Jojo, Taufik. You were awesome guys..
Trip kedua kami setelah dari Taman Alam Lumbini adalah Danau Lau Kawar.  Lokasi nya cukup jauh dari Taman Alam Lumbini. Kita perlu naik angkot lagi menuju pasar Berastagi. Kalo misalnya kalian dari Medan, ketika naik bus Sumatra Transport (Sutra) tinggal turun ke pasar Berastagi dengan estimasi biaya 8000 rupiah.

Perjalanan dari pagoda ke pasar berastagi kami tempuh sekitar 45 menit menggunakan angkot. Biaya yang dikeluarkan tiap orang 3000 rupiah. Karena rencana kami di Lau Kawar adalah untuk camping, ketika sampai pasar Berastagi, kami beli telor, mie, nasi putih bungkus untuk keperluan masak memasak amlam nanti. Saran saya, selagi masih di Berastagi , belilah roti/ konsumsi  yang diperlukan. Karena di Lau Kawar, tidak banyak kedai.  Adapun kedai, namun yang dijual adalah pop mie dan minuman2 seperti teh atau kopi.

Perjalanan menuju Lau Kawar kami tempuh sekitar 1 jam. Kendaraan yang mengangkut kami bukanlah bus, namun colt diesel. Satu colt bisa diisi untuk 12 orang (belum lagi yang duduk di atas kap mobil). Ajibb kan, hehe :D 

Dengan bermodal 6000 rupiah, kita sudah sampai Lau Kawar loh. Berhubung ketika kami sampai disana sudah mulai gelap, kami buru2 untuk mencari lokasi yang landai untuk memasang tenda. Teman saya, Reyza kebetulan sudah prepare tenda dan perlengkapan memasak di tas backpacknya. Setelah tenda terpasang, kami pun memasak rame2 untuk makan malam. Udara malam yang dingin, bener2 bikin nafsu makan kami menggila. Nasi dan martabak mie yang dimasak Reyza dan Jojo langsung habis kami sikat.. Hahaha :D

Muka2 kelaparan tapi tetep eksis

Rame banget yang camping
Malam itu langitnya cantik banget, cerah penuh bintang. Mungkin karena lokasi danau ini di bawah gunung Sinabung persis kali yah, makanya langit tuh terlihat deket banget ma mata. Hehehe sok lebay saya amah.. Oiya, as info, kalo kalian mau nglakuin pendakian ke Gunung Sinabung, memang pintu masuknya dari sini. Karena pos pemantauan pendakian Gunung Sinabung adanya dsini.
Lau Kawar di pagi hari (5:30am)
Masyarakat memanfaatkan danau untuk menangkap ikan
 
Danau di Lau Kawar cukup luas. Masyarakat sekitar memanfaatkannya untuk menangkap ikan menggunakan rakit sederhana. Saya kurang tau jenis ikan apa yang ada di dalamnya, tapi perhatian saya tertuju pada pohon2 di sekitar danau yang bayanganya terpantul indah di danau. One of God’s masterpiece. Subhanallah…
  
Belum lengkap rasanya di Lau Kawar kalo temen2 belum berkunjung ke kebun jeruk yang ada di salah satu sisi danau. Kebetulan waktu kami dsna, kami pergi ke salah satu kebon yang jaraknya sekitar 100 m dari danau. Jalannya menanjak dan lumayan bikin kaki pegel (ya eyalah orang kami bawa backpack, hehe ). Tapi makk,, seger banget liat jeruk2 nya yang berwarna kuning dan baru disiram oleh penjaga nya..Pengen banget metik, tapi sayang sama penjaganya engga dibolehin lantaran si empu yang punya ni kebon lagi keluar.. hehe :D

with Sinabung mountain behind

Di Lau Kawar ini, tiket masuknya tiap orang adalah 3000 rupiah, untuk biaya ke toilet 1000 rupiah. Tapi kalo kalian mandi, musti bayar 2000 rupiah. Ada 2 kedai dsini yang menyediakan toilet. Tips saya, ketika kalian mw mandi pagi, sekalian aja numpang nge- cas hape di kedai itu. Dijamin ibu2 yang jaga tuh kedai gak marah. Hehehe :D

Estimasi bugjet trip nya :
- Bayar angkot 2x = 6000 + 3000 = 9000
- Belanja telor, indomie,minum,dll            = 25.000
- Tiket masuk  = 3000